Dedikasi untuk Negeri
Berbagi:

Ato menyatakan, seiring terus berkembangnya perusahaan, dia tak segan untuk terus mengepakkan sayap usaha perusahaan menjadi lebih besar.

“Salah satunya ya kita mendukung pemerintah dalam berbagai hal. Saya sejak 1980-an hingga 2004 tidak pernah absen mensponsori kejuaraan olahraga nasional,” ujarnya.

Memiliki darah yang hobi berolahraga dan traveling, memang memudahkan Ato untuk ikut berkecimpung di dunia olahraga secara nasional, beberapa jabatan penting di Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI pun, pernah ia sandang hingga level provinsi Jawa Barat.

“Paling banyak memang di dunia balap sepeda, sebab memang itu hobi saja juga,” ujar dia sambil berkelekar.

Ato mengakui, dukungan perusahaan dodol Picnic dalam kemajuan olahraga nasional bukan urusan untung semata, bahkan tak sedikit banyak dukungan yang diberikan, justru berakhir tragis.

“Jangan hitung untung dulu, justru kalau buat olahraga lebih banyak buntungnya,” ujar dia bercanda.

Namun, dengan pola dukungan tanpa ‘itungan’ tersebut, justru merek dagang Picnic semakin dikenal masyarakat luas. “Mereka kan lihat Picnic-nya, biarkan saja kerugian tidak seberapa, tetapi omzet penjualan justru meningkat,” kata dia bangga.

Tak sedikit beberapa atlet nasional seperti mantan pembalap sepeda nasional, Tonton Susanto pernah merasakan tangan dingin dirinya, untuk selanjutnya berkiprah di level dunia.

“Kebetulan dulu kan ada tour de Java hingga Pangandaran, nah kita sponsor utamanya,” kata dia.

Selain pola dukungan melalui ajang olahraga, dedikasi lain adalah banyak warga sekitar Garut yang telah menjadi pegawainya. “Total ada 400 lebih pegawai tetap yang kami pekerjakan hingga kini,” ujarnya.

Menurutnya, merekrut warga lokal untuk berkiprah di pabrik miliknya, merupakan perkara mulia yang harus dipertahankan perusahaan ke depan.

“Semua karyawan seolah seperti keluarga saya sendiri, lihat saja bagaimana dekatnya mereka dengan kami selaku direksi,” ujarnya.

Dedikasi lainnya yang mulai ia berikan yakni untuk sektor pendidikan, kehadiran Taman Kanak (TK) Prima Insani menjadi salah satu contoh. Bahkan dalam perjalanan selanjutnya, keberadaan TK itu seolah magnet baru di dunia pendidikan usia dini di Garut, untuk menyekolahkan anaknya di sana.

X
Ada Yang Bisa Kami Bantu ?
Powered by