Di Indonesia, istilah mudik, pulang ke udik atau pulang ke kampung halaman, berkaitan erat dengan perayaan lebaran. Sebuah fenomena sosial dan budaya yang sangat unik, menarik dan misterius.

Hingga kini, tradisi mudik seolah tak lekang oleh perubahan zaman.  Hasrat pulang ke kampung halaman belum tergantikan oleh kecanggihan teknologi sekalipun.  Dan selama ini, Dodol Garut PICNIC telah menjadi bagian dari romantisme orang-orang yang menjalani ritual tahunan ini. Lewat bingkisan yang diberikan seolah menjadi perekat silarurahmi antara keluarga, kerabat dan sahabat yang jarang berjumpa karena terpisahkan oleh jarak dan waktu. Kelezatan rasanya seolah menyisakan kenangan manis saat bercengkrama bersama orang-orang tercinta.

Namun, Ramadhan kali ini punya cerita berbeda. Karena pandemi corona orang harus #dirumahaja. Mudik lebaran pun telah dilarang agar sang virus covid-19 bisa segera hilang. Ya terpaksa sudah merayakan hari kemenangan di perantauan.

Adalah pengalaman yang tidak menyenangkan. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga.  Sudah tidak bisa pulang kampung, di perantauan pun seolah terpenjara.  Namun semuanya harus diterima dengan lapang dada.  Takdir itu telah ditetapkan Yang Maha Kuasa.

Meratapi keadaan tiada guna. Masih banyak cara untuk mengobati kerinduan itu. Menghadirkan produk khas asal kampung halaman, salah satunya.

Saat rasa rindu keluarga, kerabat, sahabat itu terasa begitu berat, hadirkan Dodol Garut PICNIC menemani Anda #lebarandirumahaja.  Pastikan #lebaranceria dengan menghadirkan beragam Dodol Garut PICNIC yang menggugah selera.

Selamat merayakan hari kemenangan.

Mohon maaf segala khilaf dan kesalahan.

X
Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu ?
Powered by