Kota Garut yang sejuk dengan pemandangan indah, banyak sekali pujian untuknya karna Kota Kecil Seribu Cerita ini sudah terkenal di berbagai Kota di Indonesia. Dengan begitu Garut memiliki banyak julukan yang sudah cukup dikenal masyarakat banyak. Julukan – julukan tersebut diberikan bukan tanpa alasan. Keanekaragaman budaya dan kondisi alamnya menjadi sebuah kenapa Kota Garut pun mendapat sebuah julukan, berikut ini beberapa julukan yang di sandangnya :

  1. Garut Swiss Van Java
  2. Garut Moci (Dalam bahasa Belanda yang berarti Garut Endah)
  3. Garut Gurilaps ( Gurilap dalam bahasa sundah artinya Gemerlap) Gurilaps adalah singkatan dari Gunung Rimba, Laut dan Pantai, Seni Budaya.
  4. Garut Pangirutan
  5. Garut Kota Intan
  6. Garut Kota Dodol
  7. Garut Kota Domba

Kabupaten Garut yang secara geografis berdekatan dengan Kota Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat, merupakan daerah penyangga dan hitterland bagi pengembangan wilayah Bandung Raya. Oleh karena itu, Kabupaten Garut mempunyai kedudukan strategis dalam memasok kebutuhan warga Kota dan Kabupaten Bandung sekaligus pula berperan di dalam mengendalikan keseimbangan lingkungan.

Kota Garut berhias gunung-gunung yang menjulang, termasuk Gunung Gede (atau Gunung Papandayan), Gunung Guntur dan Gunung Cikuray. Di saat fajar, pemandangan gunung terkesan misterius dengan lingkup kabut yang menebal dan terlihat dari kejauhan. Kala senja di saat matahari berwarna merah dan mulai menghilang di ufuk barat, kesan itu pun muncul kembali.

Pada era 20-an, Garut dikenal sebagai Swiss van Java, karena pesona alamnya yang menakjubkan dengan kontur yang sangat eksotis dan disempurnakan dengan hawa yang sejuk dan bersih. Bukan hal aneh jika Garut yang begitu indah kemudian dijadikan kota wisata oleh seorang Belanda bernama Holke van Garut (seorang gubernur kesayangan pemerintah Belanda pada tahun 1930-1940) dan melihat kabupaten ini berpotensi sehingga dijuluki sebagai ”Switzerland van Java” dan kemudian mendirikan hotel di sana. Di wilayah ini juga pernah didirikan dua hotel yang antara lain bernama Hotel Belvedere dan Hotel Van Hengel.

Secara garis besar, mayoritas penduduk Garut bekerja sebagai petani. Hal ini disebabkan oleh kondisi tanah di Garut sangat subur. Sebanyak 38,18% penduduk Garut bekerja sebagai petani, 21,78% bekerja di sektor perdagangan, hotel, dan restoran, 9,80% disektor industri, 16,45% disektor jasa, dan 13,79% disektor lainnya dengan pendapatan per kapita tahun 2012 sebesar Rp. 30.147.000.012. Sektor pertanian dan perhotelan menjadi penyumbang terbesar.

X
Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu ?
Powered by