Lebaran kali ini tidak seperti biasanya. Kita akan merayakan hari kemenangan itu di tengah suasana keprihatinan mendalam. Dan karena pandemi corona yang belum mereda kita harus merayakan #lebarandirumahaja.

Tak terbayangkan sebelumnya apabila kita bakal kehilangan banyak momen indah saat lebaran nanti. Halal bi halal, silaturahmi kepada keluarga, kerabat, serta sahabat yang telah menjadi sebuah tradisi lawas lebaran ala Indonesia, tidak mungkin dilaksanakan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Karena aturan jaga jarak, menghindari kerumunan agar tidak saling menularkan virus corona,  silaturahmi pun sebaiknya via  sarana komunikasi saja.  Bertegur sapa, melepas rindu bisa melalui jaringan dunia maya. Tidak sempurna? Tentu saja, tapi itulah pilihan terbaik yang tersedia.

Untuk pertama kalinya kita #berlebaranvirtual.  Caranya memang beda, tetapi semangatnya tetaplah sama. Semangat untuk kembali ke fitrah insan sejati. Insan yang pemaaf, kasih sayang, dan setiakawan.

Bukankah keluarga, kerabat, teman lama, tetangga yang selama ini terpisahkan oleh jarak dan waktu, daya magnet lebaran bisa mempertemukannya? Bukankah jiwa solidaritas dan kesetiakawanan sosial kita tiba-tiba bangkit tak terbendung selama lebaran?  Bukankah karena lebaran, hati kita menjadi lembut, dan penuh keikhlasan untuk saling memaafkan diantara sesama?

Yuk kita patuhi segala aturan yang ada agar wabah corona lekas mereda dan kita semua dapat segera menjalani kehidupan seperti sedia kala.  

Selamat merayakan hari kemenangan.

Mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan.

X
Open chat
Ada Yang Bisa Kami Bantu ?
Powered by